Pangandaran

Image

Lelap seisi

Sela malam, geming
Larut bersama hening
Uruti ruang yang kering
Menuding, menggelar banding

Sela malam, menyelip bunyi
Mengaung buali hati
Ikutlah, bertengkar lagi
Diri di dua sisi. Malam

Aku pergi,
setelah resah dipanggang hari kenangan
Aku lirik kau seperti detik yang meloncat
dari hitungan jam sebagai tanda, kita beda

Aku tinggalkan kau
Tanggalkan cerita, memahatkan kau pada aksara
Sekarang aku punya cita-cita
Melihat anaku tumbuh sampai usai usia

Kutulis cintaku dalam puisi ini
Agar kelak ia tetap hidup sebagai
kenangan yang tak akan hilang
Biar sang rapuh usia, bisikan. Tenang!

Puisi adalah anak-anak kita
Mereka tak hanya akan menghibur dalam kata-kata,
ia juga akan menahan kita dari kebencian hati dan
kemarahan pikiran

Posted with WordPress

Matamata

Standard

matamata

di tiap celah cerah
kafan membentang lantang
kapan mematut rupa!!

dibangkubangku, halte
pajang jiwajiwa kesal
di tiap celah cerah

jajar panggangan mata hari
kelewang sulam bayangbayang
kafan membentang lantang

mana roman menawanmu?
cermin: berbaliklah padaku
kapan mematut rupa!!

Posted with WordPress