Akulah Pencuri Itu

Standard

Akulah pencuri hatimu
aku sekarang sudah tidak bisa lari
silahkan kauapakan adanya. Ini aku!
Aku terima sepenuh ada-Nya. Mari!

“Tiba-tiba, suarasuara menusuk busuk-busuk”

Memang kalau lari tidak menikahimu bisa kembalikan hatimu kesemula gitu?
Menikahimu bukan karna tak jodoh, bodoh!!
Justru bodoh jika aku tidak menikahimu
Kan aku bilang:
“hanya hatimulah yang kucari, lelah kaki: sana kemari”

Memang kalau lari tidak bisa sembunyi gitu?
Kan aku bilang:
“hatimu sudah mendarah didih ditubuhku,
di tubuhku sudah sampai: tumbuh lucu-lucu.”

Memang kalau lari tidak menikahimu tidak bisa kembalikan hatimu gitu?
Kan aku bilang:
“Akan kukembalikan kemana semula hatimu, sedangkan ayahmu tahu ke-malu-an kami sama: untuk lestari.”

Hati itu ibarat rambut, akan lembut terurai untuk pemiliknya yang bisa menjaga.
bagi yang tidak, akan awutawutan!!!

Sudahlah, aku yang mencuri hatimu. Itu saja!!
Dan semua bukan tak jodoh. Bodoh To!!

Posted with WordPress

Advertisements

Sosok Lestari

Standard

bertemu rupa
di gulir bulir hujan
tengok; pelangi

tergolek sabar
hujan dipasung awan
ranah memerah

menaruh do’a
biar tiba bermuka
mati tak sesal

Posted with WordPress

RUANG KOSONG KITA

Standard

Tersungkur dimeja tulis
Menemani tubuh yang terbelah
Engkau pengembala dan Aku sapimu
Memberi gema jerit-jerit yang lancip
Tercukur cemas, menghulu pilu kedip-kedip

Pernah:
Aku, Kau, semedikan nafsu
Pulas bersama gigil dingin malam
Selinapkan diri pada bulan, dipicing kicau dikepala
Senyap, mencari sayupNya: lancip

Bertahun-tahun kami disini
Sampai lidah kelu, mata berembun
Musim selalu berlari dan esoknya ada janji
Hingga akhir, matahari itu membakarkan marahnya

Tuh, disana!
kami dibelah kami teripisah
Bermusim-musim besama gigil dingin yang lancip
Berharap ada ibu yang menjahit, dan kami kembali satu
Mematut paras sampai selaras

Celaka!!
matahari kembali membakar
Sebelum kami naik keranjang tidur
Sebelum kami pamit ucap trimakasih
Kami terbelah, teripisah.

Hei, Kembalilah!
Bakarlagi jembatan kami
Berkali-kali sampai kami pulang
Sampai kami lega, paras-selaras-lestari!!!

Posted with WordPress