PARAS LESTARI

Standard

-Untuk Mardotillah Akhyari
Ini malam birahi suci, seksiku
Kita rekat tubuh, ikat tali pada tiang cinta
Tabah pada gang sebelah rumah, kita berdiri
Susur jalan sampai kita temu lapang luas ruang
Sebab senja menunggu
birahi-birahi duh, haru

“Tapi kita tak akan berpisah, bukan?
pada jalan besar setelah gang, atau nanti malah sasar?”
“Kita ini cuma jejak-jejak kaki musafir
dan bau kecut pada sisa cinta
yang terpental hanya sesal.”

Ah, seksiku masih saja mematut rupa
“Ko belum cantik juga, ya?”
“Biarkan lentik alis itu berbaris!”
“Aku ingin membuat garis sedikit panjang sayang”

Malam makin naik
Mendaki gelap, senyap pada dinding rumah
Kita harus bergegas, nyalakan lampion dan memasangnya di halaman

“Apakah cahaya bintang juga hilang? Atau kunang-kunang malam ini tak datang?”
“Mereka sembunyi, ruang gelap sudah sesak oleh segala keinginan duniawi”
“Lantas bagaimana kita nanti?”
“Seksiku, kita akan jadi paras-paras lestari nanti.
Seperti kunang-kunang yang mengganti bintang, tabahlah mengingat wajah-wajah kekasih kita. Itu saja!”

Ibnu Zidan | WordPress

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s