RUANG KOSONG KITA

Standard

ibnuzidan

Tersungkur dimeja tulis
Menemani tubuh yang terbelah
Engkau pengembala dan Aku sapimu
Memberi gema jerit-jerit yang lancip
Tercukur cemas, menghulu pilu kedip-kedip

Pernah:
Aku, Kau, semedikan nafsu
Pulas bersama gigil dingin malam
Selinapkan diri pada bulan, dipicing kicau dikepala
Senyap, mencari sayupNya: lancip

Bertahun-tahun kami disini
Sampai lidah kelu, mata berembun
Musim selalu berlari dan esoknya ada janji
Hingga akhir, matahari itu membakarkan marahnya

Tuh, disana!
kami dibelah kami teripisah
Bermusim-musim besama gigil dingin yang lancip
Berharap ada ibu yang menjahit, dan kami kembali satu
Mematut paras sampai selaras

Celaka!!
matahari kembali membakar
Sebelum kami naik keranjang tidur
Sebelum kami pamit ucap trimakasih
Kami terbelah, teripisah.

Hei, Kembalilah!
Bakarlagi jembatan kami
Berkali-kali sampai kami pulang
Sampai kami lega, paras-selaras-lestari!!!

Posted with WordPress

View original post

Advertisements